Baru- baru ini Wabah penyakit mulut dan kuku( PMK) dikala ini telah menyebar ke 16 provinsi di Indonesia per 22 Mei 2022, dari lebih dulu 15 provinsi.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Bambang menyebut pemerintah telah membagi kawasan hewan ternak selama wabah PMK jadi 4 bagian, yakni daerah wabah, daerah tertular, daerah terduga, dan daerah bebas. Daerah wabah yakni yang telah resmi ditetapkan hadapi wabah PMK oleh Kementan.

Pada atmosfer tersebut Majelis Ulama Indonesia( MUI) menerbitkan ketentuan hewan kurban yang boleh dikurbankan disaat Idul Adha Juli mendatang.

Ketentuan tersebut diterbitkan sebagai urgensi di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku( PMK) yang menginfeksi hewan kurban, semacam sapi dan kambing.

Wakil Pimpinan Umum Majelis Ulama Indonesia( MUI) Anwar Abbas memperbaiki jika grupnya telah menciptakan Fatwa Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban disaat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku.

Bersumber pada fatwa tersebut, hewan yang terserang wabah PMK dapat jadi hewan kurban dengan syarat tertentu.

Berikut syarat hewan yang terkena PMK namun boleh digunakan sebagai hewan kurban:

1. Hewan terkan PMK dengan gejala klinis tipe ringan, semacam:

• Lepuh ringan pada celah kuku

• Kondisi lesu

• Tidak nafsu makan

• Keluar air liur lebih dari biasanya

2. Hewan terkan PMK dengan gejala klinis tipe berat, dengan syarat:

• Telah sembuh dari PMK dalam rentang waktu yang dibolehkan kurban( pada 10- 13 Zulhijjah).

Kendati demikian, hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis tipe berat dan telah sembuh dari wabah tersebut sehabis lewat dari rentang waktu berkurban, sampai hewan tersebut bukan jadi kurban dan dikira sebagai sedekah.

Terdapat pula buat hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis tipe berat dan belum sembuh tidak dapat digunakan sebagai hewan kurban.

Gejala klinis tipe berat yang sering mencuat di antara lain:

• Kuku melepuh dan mengelupas

• Hewan pincang hingga tidak bisa berjalan

• Kurus karena terkena wabah PMK 

Yuk Kurban di Laznas PYI Yatim dan Zakat Melalui Web sedekah.pantiyatim.or.id