Strategi, Fase dan Faktor Terjadinya Konflik

Strategi, Fase dan Faktor Terjadinya Konflik

Strategi, Fase dan Faktor Terjadinya Konflik

Strategi Mengatasi Konflik

Munculnya konflik tidak selalu memiliki makna negatif, yaitu apabila konflik dapat dikelola dengan baik maka konflik tersebut dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan suatu organisasi.

Beberapa strategi untuk menghadapi konflik adalah:
Bersaing, yaitu mencoba menerapkan solusi yang disukai oleh satu atau pihak lain;
Mengakui (mengakui) berarti merendahkan aspirasi Anda dan siap menerima kurang dari yang sebenarnya diinginkan;
Pemecahan masalah (problem solving) berarti mencari alternatif yang memenuhi keinginan kedua belah pihak;
Dengan tanda (penarikan diri) keputusannya adalah meninggalkan situasi konflik secara fisik dan mental. Menggambar adalah tentang mengabaikan kontroversi.
Tidak aktif (diam-diam) tidak melakukan apa-apa di mana semua orang menunggu langkah selanjutnya yang lain, saya tidak tahu berapa lama.
Konflik sebagai oposisi
Konflik dapat digambarkan sebagai antagonisme atau pertentangan pendapat antara orang, kelompok atau organisasi, yang disebabkan oleh perbedaan perkembangan dan perubahan di bidang pemerintahan dan yang mengarah pada perbedaan pendapat, keyakinan, dan gagasan.

Pada saat yang sama, wajar jika akan ada perselisihan di antara mereka untuk waktu yang lama, karena individu bekerja sama untuk mencapai tujuan mereka. Seperti pelat, banyak yang pecah atau retak hanya karena bersentuhan dengan pelat lain.

 

Fase Konflik

Menurut Mulyasa, konflik biasanya terjadi dalam lima fase, yaitu fase potensial, konflik yang dirasakan, ketenangan, konflik terbuka, dan hasil konflik.

  • Tahap potensial, yaitu munculnya perbedaan antara individu, organisasi dan lingkungan, merupakan potensi konflik;
    Perceived conflict, yaitu suatu kondisi ketika perbedaan-perbedaan yang muncul dirasakan oleh individu-individu dan mereka mulai memikirkannya;
  • Konflik, yaitu ketika konflik berkembang menjadi perbedaan pendapat antara individu atau kelompok yang saling bertentangan;
  • Konflik terbuka adalah tahap di mana konflik berubah menjadi permusuhan terbuka;
  • Konsekuensi konflik, yaitu tahap di mana konflik mempengaruhi kehidupan dan kinerja organisasi. Jika dikelola dengan baik, konflik membawa manfaat, seperti berbagi ide, gagasan, dan menciptakan kreativitas. Namun jika tidak dikelola dengan baik dan melebihi batas akan menimbulkan kerugian seperti saling bermusuhan.

 

Latar Belakang Konflik

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan karakteristik yang membawa individu ke dalam suatu interaksi. Perbedaan tersebut meliputi ciri fisik, kecerdasan, pengetahuan, adat istiadat, kepercayaan, dan sebagainya.

Konflik adalah sesuatu yang terjadi secara alami dalam masyarakat, konflik hilang begitu saja dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan integrasi berjalan sebagai sebuah siklus dalam masyarakat. Konflik terkendali mengarah pada integrasi. di sisi lain, integrasi yang tidak lengkap dapat menyebabkan konflik.

 

Faktor Penyebab Konflik

Perbedaan individu, termasuk perbedaan dekorasi dan perasaan;

  1. Perbedaan latar belakang budaya membentuk individu yang berbeda. seseorang sedikit banyak dipengaruhi oleh pola pikir dan pembentukan kelompok;
  2. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok, termasuk di bidang ekonomi, politik dan sosial; dan
  3. Perubahan nilai yang cepat dan tiba-tiba dalam masyarakat. Sumber Rangkuman Terlengkap : SarjanaEkonomi.Co.Id