Prosedur Pemasangan Pipa di Atas Tanah

Pemasangan pipa di atas tanah mampu dilakukan terhadap rak pipa (pipe rack), di atas penyangga-penyangga pipa atau dudukan pipa (sleeper). Pada pemasangan pipa di atas tanah ini mampu pula dimasukka pipa water meter 2 inch ataupun peralatan (equipment) yakni yang meliputi pipa kolom dan vessel, pipa exchanger, pipa pompa dan turbin, pipa kompresor dan pipa utilitas. Berikut ini bakal dijelaskan beberapa perihal penting yang wajib diperhatikan ketika bakal melaksanakan pemasangan sistem perpipaan di atas permukaan tanah.

 

Pemasangan Pipa Kolom dan Vessel

Pipa yang bakal dipasang terhadap kolom dan vessel wajib wajib di letakkan secara radial di kurang lebih kolom di anggota jalan pipa, jalan orang, platform di anggota acces. Untuk pipa 18″ ke atas mampu segera dilas ke vessel, jikalau pertimbangan pemeliharaan dan bakal digunakan kelanjutan flange. Sambungan dalam skirt tidak boleh di letakkan katup atau flange.

Penggunaan vent atmosferis berkatup dan bertudung wajib di sajikan terhadap area lokasi titik tertinggi berasal dari vessel atau jalan pipa di atasnya, namun drain di letakkan terhadap lokasi paling rendah yang bakal ditentukan oleh P & ID.

Katup pelepas tekanan yang menghilangkan ke dalam sistem blow down tertutup wajib ditinggikan peranan amat mungkin anggota pengeluaran pengaliran sendiri ke dalam sistem blowdown. Katup untuk menghilangkan uap ke udara bebas wajib disempurnakan dengan pipa, paling sedikit 3 mtr. di atas platform dalam radius 7,5 meter, terhitung sediakan lubang pembuangan yang besarnya 6 mm di anggota bawah pipa peranan menghindar akumulasi cairan.

 

Pemasangan Pipa Heat Exchanger

Pemasangan pipa terhadap exchanger tidak boleh dipasang di atas daerah-daerah kanal, tutup shell dan fasilitas-fasilitas lain telah terpasang terhadap exchanger atau handling yang kerap digunakan. Ruang-ruang bebas untuk pemasangan flange exchanger di sajikan tersendiri. Spool dipasang di luar nozzle peranan amat mungkin perpindahan bundel pipa exchanger.

 

Pemasangan Pipa Untuk Pompa dan Turbin

Pipa suction atau pipa yang mengalirkan cairan disebut terhitung sebagai pipa hisap wajib diatur sedemikian tupa peranan menghindar penurunan tekanan dan kantung uap yang mampu mengundang kavitasi terhadap impeller. Apabila pergantian ukuran diperlukan untuk mempercepat maupun memperlambat aliran, maka reduser eksternis dipakai bilamana kantung tanpa vent tidak mampu dihindari.

Pemasangan pipa terhadap pompa dan turbin wajib diatur sedemikian rupa, untuk menghindar pembongkaran besar yang semestinya tidak wajib terhadap saat pemeliharaan dan perbaikan pipa. Saringan permanen dan sementar wajib di sajikan terhadap inlet pompa dan turbin.

Sedangkan untuk aliran panas dan dingin wajib diperhatikan fleksibilitasnya, begitu pula kedudukan-kedudukan penyangga haruslah baik dan mampu menanggulangi getaran-getaran yang diakibatkan motor pipa dan juga aliran.

 

Pemasangan Pipa Kompresor

Pemasangan pipa terhadap kompresor wajib sesuai dengan perbaikan dan pemeliharaanya. Sambungan pipa dengan manfaatkan flanges lebih diutamakan demi memperlancar sistem perbaikan dan pemeliharaan. Pipa hisap (suction) dan pipa buang (discharge) wajib terlampau diperhatikan fleksibilitasnya, terlebih untuk temperatur rendah dan tinggi atau tekanan tinggi.

Masalah getaran terhitung anggota paling penting terhadap pipa kompresor ini, akibat adanya beban dinamis yang berhubungan dengan kompresor. Karena itu persoalan penyangga, guide dan anchor terhitung wajib jadi perhatian divisi tehnis dan anggota perencanaan.

 

Pemasangan Pipa Untuk Keperluan Utilitas

Pemasangan pipa utilitas ini wajib terlampau direncanakan sehingga kebutuhan utilitas di proyek mampu terjangkau penggunanya. Pipa utilitas mirip seperti pipa-pipa terhadap kebanyakan yang pengoperasiannya wajib cocok denga suhu dan tekanan tertentu.

Perencanaan subheader haruslah mampu memenuhi area equipment atau peralatan lainnya yang butuh jalan utilitas. Sambungan cabang wajib berada di atas header. Apabila aliran utilitas berwujud uap, maka jangan lupa memicu kantung-kantung uap terhadap setiap titik paling rendah di mana aliran bakal mendaki dan diperhitungkan tidak boleh lebih berasal dari 40% tekanannya dalam jarak yang dihitung dalam ft.