Yak, rupanya COVID-19 masih menjalar dan pada akhirnya beberapa mahasiswa baru mau tak mau kuliah dari rumah mereka. Walau sebenarnya telah bersiap berpindah ke kost atau lingkungan yang “memberikan dukungan” perkuliahan. Tidak cuma karyawan saja yang memerlukan work-life balance di periode Covid, tetapi siswa hadapi masalah sama.

Panduan and Triks Untuk Penyiapan Kuliah Online di Periode Wabah

Tetapi, sebagai manusia kita diharuskan selalu untuk menyesuaikan. Artikel ini kami bikin dengan keinginan dapat menolong rekan-rekan mahasiswa supaya sanggup jalani kuliah online dengan maksimal. Langsung kita awali saja dari penyiapan secara fisik.

Table of Contents

– 1. Penyiapan Fisik
– 2. Menyiapkan Perlengkapan/Peralatan
– 3. Penyiapan Psikis
– Mengikhlaskan Multi-Tasking
– Cari Lokasi yang Nyaman Untuk Belajar
– Membuat “To-Do Daftar”
– Loyalitas ke Agenda Kuliah/Setiap hari

– Ringkasan

1. Penyiapan Fisik

Yap, penyiapan fisik. Kita akan duduk sepanjang hari dimuka gawai/handphone untuk berkuliah riang, tapi kita masih membutuhkan persiapan jasmani seperti saat kuliah bertemu muka. Beraktivitas fisik dengan teratur, tidur yang memadai (7-8 jam) dan konsumsi makanan yang bergizi jadi persyaratan khusus supaya lebih sehat (O’Connell, 2014).

Menurut Journal of the American College of Cardiology kita perlu olahraga enteng sepanjang minimal 20-40 menit (Stamatakis et al., 2019). Olahraga yang enteng ini dapat berbentuk jalanan melingkari rumah, bersihkan rumah, dan sejenisnya.

Walau demikian, aku sendiri pahami bujukan dari tiduran setiap waktu dan benar-benar menghanyutkan. Tetapi, kita ingin menghindar imbas-dampak negatif dari Sedentary Lifestyle ini. Maka dari itu, kamu dapat memutuskan untuk olahraga di rumah dengan lakukan bodiweight exercise, yoga, dan lain-lain.

Malas olahraga? Atau ingin menjadikan makin menarik? Coba dibikin agar jadi suatu hal yang mengikutsertakan rutinitas yang kamu harapkan, kemungkinan membuat jadi ketentuan, atau membuat agenda khusus buatnya. Sebagai contoh, lakukan 30 squat setiap nangis karena menonton seri kegemaranmu.

2. Menyiapkan Perlengkapan/Peralatan

Tidak dapat disangkal jika kita tidak dapat kuliah online tanpa perlengkapan dan peralatan yang tepat. Beberapa hal seperti netbook, hape, dan paket jadi persyaratan khusus jalannya perkuliahan online. Referensi aku ialah:

– Memasangkan WiFi di dalam rumah supaya dapat semakin irit paket
– Menukar netbook dengan computer yang sepadan
– Cuman menghidupkan camera saat disuruh, supaya mengirit battery

Aku sendiri rasakan jika semua gawai/handphone ku jadi panas dan batterynya cepat habis saat kuliah online. Dari uji coba yang aku kerjakan ditenemukan jika langkah terbaik untuk mengirit battery ialah tutup semua program yang tidak digunakan untuk kuliah (Instagram, Spotify, WhatsApp, dan lain-lain).

Untuk permasalahan paket, ada kok kontribusi dari pemerintahan yang sediakan paket belajar. Tetapi, Menurutku memasangkan Wifi lebih irit karena tak perlu membeli paket, khususnya jika satu keluargamu banyak menggunakan internet. 3 Paket wifi yang aku mereferensikan diantaranya (beserta link untuk daftar harganya):

– Indihome : Dimulai dari Rp 275.000
– First Media : Dimulai dari Rp 371.000
– MNC Play : Dimulai dari Rp 370.000

Kalian perlu menimbang lokasi penempatan (alamat rumahmu), keperluan internet, dan kecepatan internet yang diharapkan. Umumnya, makin bertambah permintaanmu (wifi cepat dan unlimited) dan jumlah gawai/handphone yang hendak tersambung dengan wifi, makin mahal juga paketnya.

3. Penyiapan Psikis

Mengikhlaskan Multi-Tasking

Multitasking diartikan sebagai sikap yang memungkinkannya seorang saat lakukan dua pekerjaan sekalian atau secara berganti-gantian lakukan aktivitas itu (Lin, 2013). Sayang, multitasking bukan aktivitas yang dapat dilaksanakan sembarangan orang secara efisien (Buser dan Peter, 2012).

Dengan singkat ya, konsentrasi ke satu perihal/topik saja. Mustahil kan kita konsentrasi kuliah online sekalian bermain basket, atau aktivitas yang mengambil alih perhatian yang lain.

Mengaca hasil dari bacaanku tempo hari saat menulis artikel mengenai multitasking, kuliah online memang memaksakan kita untuk stop multitasking. Kita harus seutuhnya konsentrasi ke dosen, kuliah dan tidak sekalian scrolling tiktok atau bermain games di hape.

Penelitian dari International Journal of Educational Technology in Higher Education mendapati jika media multitasking (May dan Elder, 2018) mengusik jalinan di antara perhatian dengan working memori. Subyek mereka yang lakukan media multitasking memberikan laporan turunnya;

– Rata-rata nilai
– Perform saat test
– Kekuatan dalam ingat
– Pengetahuan dalam membaca
– Kekuatan menulis
– Self Regulation (kontrol atas diri kita) dan efektivitas.

Beberapa efek negatif yang disebabkan oleh multitasking ini diketemukan saat kegiatan dalam kelas dan saat beberapa subyek belajar.

Cari Lokasi yang Nyaman Untuk Belajar

Umumnya dari kita akan kuliah online dari rumah dan terutamanya kamar kita. Terkadang memang sulit untuk menafsirkan tempat kita tidur dengan belajar atau kerjakan pekerjaan.

Seorang psikiater medis dan dan profesor psikologi Jordan Peterson pernah merekomendasikan untuk membereskan kasur saat bangun pagi. Selanjutnya aku sendiri mempraktikan hal itu, dan apa dampak membenahi kasur buatku? Well, membenahi kasur bisa membuat:

– Bergerak dari kasur dan mengawali hari

– Tidak mau tiduran, karena kasur telah rapi dan percuma jika amburadul kembali

– Berasa ruang lebih rapi dan pas untuk belajar

Tetapi, bagaimana jika keadaan ruang untuk belajar? Berdasar penelitian Realyvásquez-Vargas dkk (2020) yang ada berkenaan kenyamanan bekerja, ada lima factor lingkungan kerja yang paling memengaruhi perform, yakni:

– Pencahayaan Ruang
– Lingkungan Kerja nyaman
– Tidak berisik
– Temperatur nyaman

Lingkungan kerja yang tidak nyaman atau ergonomis dapat membimbing ke bentuk duduk yang kurang sehat. Tempat kerja yang ergonomis sanggup tingkatkan perform (Samuel, Israel, dan Moses, 2016).

Menurut Zhong, Yuan dan Fleck (2019) ruang yang tidak ada angin segar, terlampau panas, dingin, lembab, suara sekitaran yang terlampau keras, atau lampu yang terlampau gelap atau jelas sanggup memengaruhi perform akademis pelajar secara negatif (Zhong, Yuan, dan Fleck, 2019).

Membuat “To-Do Daftar”

Ini hari ingin ngapain saja? Pertanyaan itu jadi hal pertama kali yang masuk ke pemikiran tiap orang sesudah terjaga. Sebagian orang mengawalinya dengan ingat beberapa kegiatan yang telah direncanakan dari tempo hari. Ada pula yang ambil selembar kertas dan memulai menulis beberapa hal yang perlu dituntaskan di hari itu juga.

Sebuah to-do daftar menolong mengatur hari yang padat jadi beberapa tugas kecil yang dapat dituntaskan. To-do daftar ini akan menolong memberikan instruksi ke beberapa harimu itu untuk mengarahkan jumlahnya deadline. Disamping itu, diketemukan jika menulis to-do daftar dapat menolong kurangi prokrastinasi (Pychyl, 2020). Menariknya, membuat to-do daftar dapat tingkatkan perform dalam pekerjaan itu, menurut penelitian dari Baumeister dan Masicampo (2011).

Maka coba membuat to-do daftar simpel untuk membimbing harimu. Siapa tahu menjadi lebih produktif ya kan?

Loyalitas ke Agenda Kuliah/Setiap hari

Kapan waktunya kamu belajar dan kapan waktu untuk istirahat? Sebuah agenda jadi pengingat terang untuk mengingati kita mengenai aktivitas kelak, ingin itu kuliah, nyuci pakaian, makan, atau tiduran.

Loyalitas ke agenda kuliah dan agenda setiap hari (jika ada) sanggup bawa imbas yang positif ke kita. Keuntungannya diawali dengan terbentuknya kegiatan rutin harian, selanjutnya nilaimu juga pasti akan naik (karena nilai dikuasai kedatangan di kelas), lalu kamu akan mempunyai jam tidur permanen.

Bisa kebayang kan keuntungannya dari agenda setiap hari? Dengan memiliki komitmen ke agenda itu, kamu dapat menandingi “morning routine” yang dipunyai beberapa aktris dan influencer . Maka nantikan apa lagi?

Ringkasan

Sebagai penutup, silahkan kita kumpulkan panduan and trick dari artikel ini:

– Pertama, menyiapkan fisik
– Makan 4 sehat 5 prima

– Tidur minimal 7-8 jam tiap hari

– Olahraga minimal 20-40 menit

– Ke-2 , menyiapkan perlengkapan dan peralatan yang memberikan dukungan
– Mencari bangku dan meja yang ternyaman untuk kuliah

– Pakai netbook/ponsel yang digunakan untuk kuliah, khusus untuk kuliah (supaya irit battery)

– Pikirkan memakai wifi jika konsumsi internet tinggi.

– Paling akhir, persiapkan diri dari sisi psikis
– Pusatkan perhatian ke kuliah

– Cari atau membuat tempat berkuliah online supaya memberikan dukungan

– Membuat To-Do daftar pada pagi hari

– Mempersiapkan agenda setiap hari dan ikutinya

Nach, demikian saja dari artikel ini. Aku berharap artikelnya dapat menolong rekan-rekan mahasiswa baru dan rekan-rekan seperguruanku yang hadapi kuliah online. Jika kawan-kawan ada referensi atau bahkan juga trick tertentu untuk hadapi kuliah online, bisa sekali tuch dicatat di kotak kometar.

 

kunjungi juga terapi psikologi di jogja

By dzail