Ingin Belanja Barang dan Jasa BUMN Secara Online? PaDi UMKM Solusinya!

Di tahun 2020 ini seluruh dunia sedang berusaha menghindari sebuah wabah yang begitu mematikan. Wabah ini dikenal dengan virus corona atau Covid-19. Pandemi yang terjadi di seluruh dunia mematikan berbagai sektor lini terutama kesehatan dan juga perekonomian tentunya.

Jutaan usaha di seluruh dunia banyak yang telah me-layoff karyawannya demi keseimbangan perusahaan. Bahkan ada beberapa perusahaan yang pada akhirnya memilih menutup usahanya karena tidak bisa survive dari wabah yang satu ini.

Di Indonesia sendiri, pandemi ini mulai menunjukkan tajinya pada bulan Maret 2020 lalu. Dan terus hingga saat ini telah memakan puluhan ribu jiwa. Per hari ini, jumlah kasus positif Covid-19 menyentuh angka 500 ribu jiwa. Walaupun 400 ribu lebih telah dinyatakan sembuh, tapi sebesar kurang lebih 20% telah meninggal dunia.

Pemerintah pun harus mengeluarkan kebijakan demi menyelamatkan jiwa-jiwa manusia ini. Bahkan beberapa pernyataan pemerintah juga menunjukkan bahwa beberapa sektor mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tak terkecuali sektor utama ekonomi Indonesia seperti UMKM dan juga BUMN.

UMKM sendiri memiliki total 64 juta unit usaha dan 47% dinyatakan bangkrut. Oleh karenanya pemerintah memberikan keringanan pajak kepada mereka agar mereka bisa bangkit kembali. Harus diakui ekonomi Indonesia di tahun 2020 ini akan mengalami penurunan yang cukup parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk memberikan angin segar kepada UMKM adalah munculnya Pasar Digital UMKM yang merupakan situs belanja barang dan jasa BUMN. Nantinya situs belanja barang dan jasa ini memiliki peranan penting untuk meningkatkan aktivitas belanja barang dan jasa BUMN kepada UMKM.

UMKM yang tergabung ke dalam Pasar Digital UMKM atau PaDi UMKM saat ini baru berada di angka 27 ribu unit usaha. Mereka juga kebanyakan masih berada di bawah ampuan BUMN dan juga organisasi. Ke depannya diharapkan makin banyak UMKM dan BUMN yang bergabung ke dalam ekosistem digital ini.

Banyak sekali keuntungan yang diberikan BUMN dengan hadirnya PaDi UMKM. Berikut adalah keuntungan yang diperoleh oleh BUMN:

  1. Penggunaan biaya pembelanjaan dari masing-masing BUMN menjadi lebih terperinci dan lebih aman karena seluruh proses transaksi dilakukan secara online dan seluruh pembiayaan dilakukan dengan non-tunai.
  2. PaDi UMKM juga memudahkan dan mempercepat proses transaksi belanja barang dan jasa BUMN karena tidak perlu dilakukan dengan cara bertatap muka.

Berikut cara-cara atau langkah-langkah yang perlu Anda ikuti:

  1. Pembelian dapat dilakukan oleh BUMN manapun setelah mereka sudah memiliki akun di PaDi UMKM
  2. Setiap BUMN yang akan melakukan transaksi harus memiliki Akun Manager dan Akun Staff di PaDi UMKM B2B. Akun Staff digunakan oleh PIC untuk menemukan barang yang dibutukan di PaDi UMKM. Sedangkan Akun Manager digunakan untuk melakukan penyetujuan atau penolakan terhadap pesanan yang dilakukan oleh Akun Staff.
  3. Jika Akun Manager telah menyetujui orderan yang dilakukan oleh Akun Staff, maka pesanan secara otomatis dilanjutkan kepada penjual yang notabene adalah UMKM. Jika Akun Manager menolak untuk melakukan orderan, maka orderan dibatalkan. Selain itu, Akun Manager juga bisa merevisi orderan yang sudah dilakukan oleh Akun Staff.
  4. Pembayaran di PaDi UMKM bisa dilakukan dengan metode TOP (Term of Payment) atau pembayaran tempo.
  5. Logistik saat ini masih dilakukan melalui JNE dan juga kurir pribadi

Jadi bagi BUMN yang ingin melakukan transaksi belanja barang dan jasa ke depannya bisa melalui PaDi UMKM. Tetapi perlu diingat, proses belanja barang dan jasa yang dilakukan melalui PaDi UMKM mempunyai batas nominal maksimal di angka Rp14 milliar. Untuk belanja barang dan jasa BUMN di atas Rp14 milliar masih dilakukan dengan cara tender.