Kamu Harus Baca!! Ini Sanksi Jika Telat Lapor SPT - FlazzTax

Setiap tahunnya para peserta wajib pajak memiliki kewajiban untuk membayar tagihan pajak dan juga memberikan laporan SPT tahunan. Baik pembayaran pajak maupun pemberian laporan SPT tahunan keduanya tidak boleh sampai terlambat apalagi tidak dilakukan karena jika orang yang wajib pajak melakukan hal tersebut maka orang tersebut akan dikenakan denda berupa sanksi administrasi bahkan pidana.

Dikarenakan sistem pemberian laporan SPT Tahunan wajib pajak ini menggunakan sistem self-assessment alhasil tidak sedikti orang yang melewatkan batas maksimal pengumpulan laporan SPT tersebut. Bahkan tidak sedikit juga orang yang masih kesulitan dan tidak mengetahui berkas apa saja yang dibutuhkan dalam pengumpulan laporan SPT tahuna tersebut.

Padahal pihak Direktorat Jenderal perpajakan sudah berkali – kali melakukan penyuluhan kepada para peserta wajib pajak tersebut. Demi memudahkan para peserta wajib pajak dalam memberikan laporan SPT tahunannya akhirnya pihak DJP memberika beberapa alternatif cara lapor SPT Tahunan yang bisa dilakukan. Cara – cara tersebut bisa anda lakukan sesuai dengan cara mana yang anda mengerti.

Bagi anda para peserta wajib pajak yang beku mengetahui cara apa saja yang bisa dilakukan untuk bisa melaporkan SPT tahunan, maka anda harus menyimak cara – cara berikut ini:

  1. Memberikan laporan SPT tahunan secara offline

Pemberian laporan SPT tahunan secara offline ini tentunya dilakukan langsung di kantor pelayanan pajak terdekat. Namun sebelum bisa melakukan hal tersebut anda terlebih dahulu harus mengambil nomor antrean ke kantor pelayanan pajak yang bisa didapatkan melalui situs berikut https/kunjung.pajak.go.id/. Selanjutnya anda bisa mengikuti langkah berikut untuk mendapatkan nomor antrian:

  • Pilih ‘Daftar’
  • Isi identitas diri pada kolom yang tersedia
  • Selanjutnya, isi kolom penilaian kesehatan
  • Lalu, pilih kantor tujuan (Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Kantor Pelayanan Pajak, atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan)
  • Pilih jenis layanan yang diperlukan dan waktu kunjungan kemudian masukan semua data yang diminta oleh pihak Admin.
  • Bila data sudah lengkap, tunggu ‘nomor tiket antrean’ yang akan dikirim ke alamat email yang sebelumnya telah didaftarkan di kunjung.pajak.go.id
  • Terakhir, simpan atau screenshot nomor tiket antrean sehingga bisa ditunjukkan kepada petugas pelayanan pajak saat berkunjung sesuai waktu dan tempat pendaftaran

 

  1. Memberikan laporan SPT melalui DJP Online

Untuk bisa memberikan laporan SPT Online dengan car aini anda bisa mengikuti langkah – langkah berikut ini:

  • Pertama anda buka situs DJP Online di https://djponline.pajak.go.id/account/login
  • Selanjutnya masukkan NPWP dan kata sandi, lalu masukkan kode keamanan/CAPTCHA yang anda miliki.
  • Pilih menu “Lapor” Pilih layanan “e-Filing”
  • Isi tahun pajak, status SPT, dan status pembetulan Isi bagian A. Pajak Penghasilan. Misal pegawai negeri: masukkan data sesuai dengan formulir 1721 – A2 yang diberikan oleh bendahara
  • Isi bagian B. Pajak Penghasilan. Misal: mendapatkan hadiah undian Rp 1.000.000, telah dipotong PPh Final 25 persen (Rp 250.000) dan menerima warisan (dikecualikan dari objek) Rp 2.000.000
  • Isi bagian C. Daftar Harta dan Kewajiban. Misal: harta yang dimiliki Motor Rp 15.000.000, kalung emas Rp 3.000.000 dan perabot rumah senilai Rp 7.000.000. Kewajiban yang dimiliki berupa sisa kredit motor sebesar Rp 12.000.000
  • Isi bagian D. Pernyataan dengan klik “Setuju” hingga muncul ikon centang.
  • Ringkasan dan pengambilan kode verifikasi SPT Anda kini telah diisi dan dikirim
  • Kini, Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) SPT telah dikirim ke e-mail Anda

By sartika